Dari luar biasa menjadi biasa.

Ala bisa karena biasa. Sesuatu yang luar biasa, akan menjadi biasa ketika sesuatu menjadi suatu hal yang mudah ditemui, mudah didapatkan, dan mudah lainnya. Tetapi ketika sesuatu itu memang bagusnya dalam keadaan luar biasa, apakah tetap baik jika dia berubah menjadi biasa? Dan apakah hanya karena intensitas yang bertambah dapat membuat hati manusia yang terbuat dari daging, menjadi keras seperti batu?? 26 oktober 2010 adalah suatu momen yang tidak akan mudah dilupakan oleh bangsa ini karena menjadi momen pembuktian apakah hati bangsa ini telah menjadi batu.

Belum terlupa dalam benak kita ketika Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 dilanda oleh tsunami yang memakan korban hingga ribuan, bahkan tsunami itu juga merambah ke Negara lainnya, seperti Thailand, India, dll. Ketika itu bangsa ini langsung dilanda duka yang amat mendalam, bahkan pihak international juga menyatakan duka yang mendalam untuk bangsa ini. Semua orang bergesa-gesa untuk berusaha memberikan pertolongan kepada korban yang masih hidup, dari mulai tingkat desa hingga ke tingkat international. Semua orang menghidupkan televisinya agar tidak tertinggal informasi. Tidak terpikirkan lagi acara-acara untuk merayakan tahun baru di benak para warga Indonesia. Semua hanyut dan larut dalam kesedihan.

Seiring dengan waktu berjalan, bangsa ini sering dilanda bencana alam, dari mulai tsunami dan gempa bumi hingga banjir yang menjadi santapan sehari-hari khususnya bagi warga Jakarta. Seiring dengan itu pula, telinga ini sudah terbiasa dengan sebuah bencana alam. Pikiran ini sudah terbiasa dengan jumlah korban yang berjumlah ratusan, dan hati ini sudah tidak lunak seperti dahulu kala.

Dikala tsunami aceh kemarin, kita berusaha memberikan pertolongan, walaupun itu hanya doa. Sekarang, berita tsunami mentawai dan gunung merapi hanya ramai di media cetak dan media elektronik saja. Pembicaraaannya hanya ada di twitter, facebook, kaskus, dll. Kesibukan hanya ada di media, dan di kalangan elit saja. Doa pun terlupakan, hanya harapan hampa dan basa basi yang diutarakan dengan tujuan eksistensi. Setelah itu? Pikiran tentang bencana akan lenyap. Dan keesokan harinya, hidup berjalan seperti biasanya.

Bangsa ini sudah lupa makna tentang empati. Kita lupa bahwa dulu sewaktu kita SD, kita diajarkan untuk tidak hanya simpati, tapi berempati. Jika simpati lewat ucapan, maka empati melalu perbuatan. Nampaknya nyawa umat manusia di bumi pertiwi ini terlalu murah, sehingga tidak berarti apa-apa lagi bagi sekelilingnya. Nampaknya, cobaan yang diberikan oleh ALLAH SWT kepada kita hanya menjadi hal yang biasa, hingga hilang kepekaan dalam diri kita. Kelihatannya juga, kita sudah salah dalam mengamalkan “Ala bisa karena biasa”. Dan mari kita buktikan, apakah hati ini masih berbentuk daging atau telah menjadi batu?

Iklan
Dipublikasi di Celoteh | Tag , , | Meninggalkan komentar

mabuk di jazirah arab

Aneh. itulah tema dari sesuatu yang ingin kuceritakan saat ini kawan. ada yang bilang ini sebuah kebetulan, tapi bagiku ini bukan kebetulan. Bukankah ALLAH SWT sudah mengatur semuanya dengan baik, bahkah daun yang terjatuh pun memang sudah ditakdirkan untuk jatuh. Dan memang suatu kehendaknya juga, daun itu akan jatuh ke bawah, bukan ke atas. Tapi sudahlah, mari kita mulai berceloteh mengenai hal-hal yang aneh tersebut, hehe..

yang pertama adalah mengenai mabuk. Tentu ini bukan arti mabuk secara umum yang diakibatkan oleh meminum minuman yang memabukkan, tapi diakibatkan panadol!! Bagaimana itu bisa terjadi? Tenang sobat,, akan saya ceritakan dengan rinci hal tersebut, agar kau tidak penasaran. Ehem,, beginilah ceritanya..

Masa-masa SD dan SMP adalah masa-masa yang amat menegangkan bagi keluarga saya. hampir seminggu sekali orang tua saya dipanggil oleh guru diakibatkan kenakalan saya. bagi saya itu bukan kenakalan, hanya sebuah keisengan yang dilakukan oleh anak laki-laki yang memiliki energi yang sedikit berlebih.

Pada suatu hari, saya dipanggil oleh guru BP untuk menemuinya diruang guru. terpikirkan bagi saya, kesalahan apakah yang sudah saya perbuat? Apakah keisengan saya untuk meminta sedikit “sedekah” kepada adik kelas diketahui oleh ibu guru? Atau ada guru yang tidak senang dengan sikap “baik” saya selama ini? ya sudah, saya putuskan untuk ke ruangannya tanpa banyak berpikir lagi.

Kaget! itulah yang saya rasakan setelah sampai ke ruang guru. ternyata saya ditawarkan untuk Umroh dengan tujuan saya bisa menjadi anak baik, taat, dan patuh, seperti pelajaran PPKN ajarkan. karena saya gemar berpetualang, akhirnya saya putuskan untuk menerima tawaran tersebut. saya sampaikan tawaran tersebut ke orang tua saya dan mereka menyetujuinya, tetapi saya harus berangkat sendiri!!! Terbayang teman, seorang anak SMP kelas 3 akan berangkat menuju tempat yang asing bagi dirinya karena ingin menjadi seorang anak yang baik, soleh, rajin menabung, membuang sampah pada tempatnya, dan sifat-sifat baik lainnya yang diajarkan di mata pelajaran PPKN, hehehe..

Berangkatlah saya kawan sendirian dengan menggunakan travel. Di travel, saya menjadi idola bagi peserta lainnya hanya karena keberanian berangkat sendiri. Nikmat nian rasanya sobat mendapat pujian karena selama ini hanya omelan dan teguran yang di dapat. Banyak sekali pengalaman kawan yang saya rasakan bersama dengan keluarga saya yang baru ini. Nantilah sobat, dilain waktu akan saya ceritakan dengan lebih lengkap hal-hal apa saja yang saya dapatkan selama berpetualang di jazirah arab.

sabar kawan,, Tenang.. Sedikit lagi pembukaan cerita saya akan selesai dan kita akan masuk ke cerita sebenarnya.

akhirnya, tibalah waktunya kita harus kembali ke bumi pertiwi. Oleh karena itu, kami harus kembali ke kota jeddah  dan disana kami mendapatkan kesempatan menginap semalam untuk berbelanja di Balad, ITC-nya arab saudi lah kira-kira. sebelum keberangkatan kesana, entah kenapa kepala saya terasa pusing. sakit sekali rasanya. ya sudah, saya ambil panadol dari tas saya. sudah menjadi kebiasaan saya di bumi pertiwi untuk meminum panadol jika kepala pusing.

pada saat makan malam, saya meminta minuman kepada pelayan dengan bahasa inggris tarzan,, “mister, can you give me some water?”,, yah begitulah kira-kira perkataan saya kepada pelayan. Tak lama kemudian dia datang dengan membawa segelas “air putih”. saya keluarkan panadol, taruh di atas lidah, selanjutnya saya tuangkan “air putih” tersebut ke dalam mulut.. Gawat kawan, ternyata “air putih” itu adalah sprite!!! Saya tetap stay cool karena saya sudah biasa minum sprite, tetapi anehnya orang-orang disamping saya yang menjadi panik. ternyata kawan, menurut kebiasaan yang ada, minum obat dengan sprite bisa mengakibatkan malaikat izrail datang atau mabuk yang datang.. Sungguh bukan pilihan yang baik teman,, saya masih banyak dosa, saya tidak mau ketemu izrail dulu kawan. Syukurlah, malaikat izrail tidak jadi bertemu dengan saya waktu itu, hanya mabuk saja yang datang,hehe..

Sepanjang perjalanan ke balad, saya merasa bumi bergoyang, tanpa tersadar akhirnya saya ikut bergoyang di dalam bus. Emosi pun menjadi lebih labil, karena pedagang di balad tidak mau menjual barangnya sesuai dengan tawaran harga saya, saya ajak ribut dia. Lupa aku kawan, kalau dia bapak-bapak dan aku hanya bocah SMP yang baru selesai ujian akhir caturwulan 1. Ah benar-benar gawat kawan, untunglah saya masih bisa selamat sampai di hotel.

Yah begitulah ceritanya teman, mengapa aku bisa mabuk di jazirah arab sana. Bukan karena sengaja kawan, tapi karena sprite! Oleh karena itu, jangan minum obat dengan sprite sobat dan belajarlah bahasa inggris sebelum ke luar negeri, hehehe..

Dipublikasi di Celoteh | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Awal..

Alhamdulillah,,

Akhirnya terwujud juga cita-cita selama ini, membuat sebuah blog yang bisa menjadi teman dalam mewujudan cita-cita yang telah lama terpendam di dalam otak, dibalik buku tulis, atau di balik bibir yang tidak keluar karena takut, malu atau bersifat menyakiti para pendengarnya, hehehe..

Sempat juga muncul perasaan ragu dalam pembuatan blog ini karena ditakutkan yang ada hanyalah sebuah tulisan yang tidak jelas arahnya seperti apa, bahkan ditakutkan cenderung hanya menjadi bahan kajian, atau diskusi yang tidak berujung kepada hal yang nyata. InsyaALLAH dalam setiap tulisan di blog ini, akan disampaikan “doa” di dalam bagian terakhirnya agar setiap tulisan yang bersifat ilmu, sharing, pendapat, dan uneg-uneg untuk hajat hidup orang banyak, tidak hanya menjadi bacaan sejenak, tetapi bisa menjadi inisiasi sebuah gerakan, inisiasi sebuah diskusi, atau menjadi sebuah ilmu dan harapan perubahan di kemudian hari.

Direncanakan blog ini akan berisi celotehan dari diri pribadi atau orang terdekat mengenai isu-isu sosial, doa, ilmu agama, cara berpikir, dan juga celotehan camar yang bersifat menghibur.

Akhirulkalam, semoga blog ini bisa menjadi kebaikan untuk kita semua, dan dipertanggung jawabkan oleh penulis kelak di akhirat,hehehe…

Salam

AMOSIG

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar